Postingan

Menampilkan postingan dengan label FILSAFAT POLITIK

AKU TERKENANG SEORANG TEMAN: ALI S.A.

Gambar
Gambar: Dari Google search  Sebuah Catatan Kenangan Oleh: Fransiskus Borgias   Pengantar Singkat Sekira lima tahun lalu, tepatnya pada tanggal 26 Juni 2020, masih di tengah kencangnya ancaman pandemi COVID-19, dan Indonesia masih dalam keadaan lock-down yang ketat, saya mengisi waktu saya dengan membaca dan menulis Buku Harian. Pada saat itu saya menulis setiap hari. Pokoknya saya menulis tentang apa saja yang sedang melintas dalam pikiranku. Begitulah cara saya mencoba melewatkan waktu agar tidak tercengkeram di dalam belenggu kebosanan yang berkepanjangan akibat situasi dan kondisi lock-down total yang, jika dibayangkan lagi dari sekarang ini, sungguh terasa mencengkam dan mengerikan. Apalagi saya sendiri termasuk salah satu orang yang mengidap penyakit berisiko di tengah terpaan pandemi itu. Tetapi puji Tuhan, saya bisa melewatkan semuanya dengan cukup baik walupun penuh dengan kecemasan dan ketakutan.   Aku Terkenang Ali Lalu pada suatu hari, pada tang...

KAU JUGA TOH BRUTUS?

Gambar
CATATAN SINGKAT TENTANG SEBUAH LUKISAN  Dari sebuah WAG yang saya ikuti  Oleh: Fransiskus Borgias Dosen dan Peneliti Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Jawa Barat. Pengantar Singkat Pada tanggal 01 Agustus 2024 yang lalu, seorang teman dalam sebuah WAG yang saya ikuti di lingkungan UNPAR, memuat sebuah tulisan dari seseorang yang bernama Sabar Situmorang. Sejujurnya saya tidak mengenal siapa orang ini. Mungkin dia itu seorang jurnalis. Mungkin dia juga seorang kolumnis. Entahlah. Saya tidak tahu. Tetapi, siapapun dia orangnya, tidaklah terlalu penting untuk tulisan saya kali ini. Yang menjadi pusat perhatian saya ialah apa yang ia tulis. Teman saya itu memuat di WAG kami tulisan dari Pak Sabar Situmorang. Entah dalam media apa Pak Sabar ini memuat tulisannya pertama kalinya. Yang jelas tulisan dia itu berjudul “Negeri Yang Gabut?” Bahkan di depan judul itu ada juga nomor serial, 205. Kehadiran angka-angka itu juga merupakan sesuatu yang misteri bagi sa...

SITOR SITUMORANG: PENYAIR DARI DANAU TOBA

Gambar
Sebuah Catatan Singkat Tentang Sebuah Ingatan Akan Dia Oleh: Fransiskus Borgias gambar: diambil dari google search  Pengantar Sitor Situmorang . Ya, itulah nama orangnya. Saya akan menulis namanya dengan singkat, SS saja. SS adalah penyair kondang dari danau Toba nan indah. Ia telah menulis banyak puisi dan artikel. Di perpustakaan kami di Fakultas Filsafat UNPAR Bandung, hanya terdapat enam koleksi buku dia, lima di antaranya adalah buku kumpulan puisi dia. Dua di antaranya adalah buku tebal yang disunting oleh JJ Rizal, yang mengumpulkan puisi-puisi dia dalam dua tahap: koleksi 1948-1979 dan koleksi 1980-2005. Judul koleksi Rizal ini ialah Sitor Situmorang, Kumpulan Sajak (dengan kedua periode di atas tadi). Bagi saya semua sajak (puisi, menarik bahwa Goenawan Mohammad, tampaknya lebih suka memakai kata sajak ketimbang puisi, mungkin karena kata sajak itu lebih Melayu, sedangkan puisi itu berbau terjemahan dari bahasa asing, Yunani, poesis ), menarik, indah, dan renyah dikunyah ...

PATUNG YESUS KRISTUS DI BUKIT SEBEABEA, DANAU TOBA

Gambar
Oleh: Fransiskus Borgias                                                             Keterangan sumber gambar: Google Search.  Pengantar Singkat   Sejak dua atau tiga tahun belakangan ini, danau Toba yang sangat terkenal keindahannya itu, menjadi semakin terkenal lagi dan semakin menarik perhatian para wisatawan domestic maupun mancanegara, karena hadirnya Patung Yesus yang sangat tinggi di Bukit Sibea-bea. Konon saat ini, itulah Patung Yesus yang tertinggi di dunia (yang tingginya mencapai 61 Meter). Luar biasa. Sungguh. Jadi, patung Sibeabea itu jauh melampaui tingginya Patung Kristus Raja yang terkenal di Brazil itu (yang tingginya hanya 30 meter saja). Patung Yesus di tanah Toraja sana, hanya mencapai 40 meter saja. Sedangkan Patung Yesus di Manado hanya 34 meter saja (ditambah dengan tinggi tian...

IN MEMORIAM BAPAK IGNAS KLEDEN

Gambar
Foto: Hasil Google Search.  Sebuah Catatan Pengenalan  Oleh: Fransiskus Borgias   Pengantar Singkat  Bagi saya nama Ignas Kleden bukan sebuah nama yang asing sama sekali. Saya sudah membaca nama itu sejak saya masih duduk di bangku SMP Seminari Pius XII Kisol Manggarai Timur. Saya membaca nama itu dalam beberapa majalah yang masuk ke ruang baca kami di Seminari. Ada majalah bulanan Rohani, ada juga majalah bulanan Basis. Dan ada juga majalah Vox. Kalau dua majalah terdahulu adalah terbitan dari Yogyakarta (asuhan para Romo Yesuit), maka yang terakhir itu adalah majalah asuhan para Frater dari Seminari Tinggi Ledalero, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.  Melalui majalah-majalah itu, tentu tidak hanya beliau saja yang saya lihat dan baca. Masih ada banyak nama-nama lain juga baik para imam maupun kaum awam. Khusus dari majalah Vox saya akhirnya bisa mengenal cukup banyak nama para penulis cerdas dan berbakat (berkharisma) yang muncul di sana. Selain nama Bapak ...